| by admin | No comments

Cina Segera Luncurkan Renminbi Virtual

Uang dalam renminbi virtual yang masih dalam tahap operasi Bank Sentral China atau Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) bocor di jejaring sosial. Meskipun uang virtual, yang akan bekerja dengan cara yang sama dengan uang fidusia renminbi, belum secara resmi merilis PBoC.

South China Morning Post pada hari Senin, 20 April 2020, dengan screenshot (screenshot) uang virtual di renminbi yang banyak beredar di media sosial. Uang virtual dalam renminbi dikatakan berasal dari aplikasi tes yang dikembangkan oleh salah satu bank negara terbesar di Cina, Bank Pertanian Cina. Akibatnya, banyak warga Negara Tirai Bambu mengharapkan PBoC untuk mengeluarkan uang virtual dalam waktu dekat. Dengan cara ini, ada banyak opsi pembayaran bagi orang-orang China untuk melakukan transaksi. Selain itu, penggunaan uang digital dan elektronik oleh masyarakat Tiongkok cukup tinggi.

Politik Dunia

Menurut tulisan mantan Perdana Menteri (BUMN) Dahlan Iskan di halaman pribadinya, disway.id, uang renminbis virtual hanya dapat dilihat di layar ponsel, tidak ada artikel, bahkan selembar kertas pun tidak. Namun, masih ada tulisan “Bank Central China” sebagai penerbit mata uang, biasanya terlihat pada benang kertas, yang juga membaca nilai uang.

Dahlan menjelaskan bahwa di bagian bawah uang virtual dalam renminbi di aplikasi ada empat instruksi. Di paling kiri adalah pemindaian dan instruksi pembayaran ditulis dengan karakter Han atau Cina. Lalu (kiri kedua) ada instruksi “transfer”. Kemudian prompt berikutnya (kanan kedua) mengatakan “terima pembayaran”. Petunjuk terakhir di sebelah kanan mengatakan “coba.” Ada artikel lain yang membaca mata uang digital. Menurut Dahlan, orang-orang Cina tidak terkejut dengan berita ini. Mereka tidak membutuhkan uang kertas dalam dua tahun. Semua pembayaran dilakukan melalui ponsel, termasuk ketika Anda membeli dari PKL.

Pertengahan tahun lalu, PoBC menyatakan kesediaannya untuk mengeluarkan mata uang virtual dalam yuan. Menurut Bloomberg, pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019, Wakil Kepala Layanan Pembayaran PoBC, Mu Changchun, mengatakan mata uang virtual yuan hampir siap untuk dirilis. Menurut laporan, bank sentral China akan meluncurkan token digitalnya melalui sistem dua tingkat dengan PBoC dan bank komersial sebagai penerbit resmi. PBoC mengatakan tidak hanya akan bergantung pada blockchain dan lebih memilih sikap netral pada teknologi pilihan. Politik Indonesia

Dan bagaimana dengan Indonesia?

Bank Indonesia (BI) belum secara resmi memberikan informasi tentang mata uang virtual renminbi atau kemampuan RI untuk mengimplementasikannya. Gubernur BI Perry Warjiyo telah berulang kali meminta masyarakat Indonesia untuk membelanjakan uang non-moneter, digital dan elektronik.

Secara khusus, di tengah-tengah pandemi korona (Covid-19), seperti saat ini, diyakini bahwa penggunaan uang digital dan elektronik dapat mengurangi penyebarannya. Perry juga mendorong transaksi menggunakan aplikasi uang elektronik berbasis server (juga dikenal sebagai QR Code Indonesian Standard (QRIS)). “Sekarang, transaksi non-moneter juga jauh lebih mudah karena QRIS telah dilakukan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, akan lebih mudah untuk menghabiskan uang elektronik non-moneter dengan QRIS ini,” kata Perry pada hari Kamis, 26 Maret 2020. Berita Politik Terkini

Secara keseluruhan, Perry mengatakan sistem pembayaran tunai dan non tunai yang lancar dipertahankan. Posisi mata uang dalam sirkulasi (UYD) pada bulan Maret 2020 meningkat sebesar 7,53% (tahun ke tahun). “Pertumbuhan lebih cepat dari pertumbuhan bulan sebelumnya, sambil menunggu peningkatan kebutuhan uang tunai selama periode tanggapan co-19,” kata Perry.

Transaksi uang elektronik menurut catatan Bank Indonesia pada Desember 2019 meningkat 188,31% (year on year). Sementara transaksi ATM non-moneter, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik meningkat 2,45% pada Desember 2019 (year on year). Pertumbuhan ini didominasi oleh transaksi ATM atau kartu debit non-moneter dengan pangsa 92,92%.

Politik Indonesia

Leave a Reply