| by admin | No comments

Dampak Covid 19 pada Politik Indonesia

Dalam Coronavirus: Health, Economic and Geopolitical Consequences (2020), John Scott mengatakan bahwa orang akan membenci pemerintah yang tidak melindungi warganya. Tidak ada yang akan memilih politisi yang gagal dalam pemilihan berikutnya. Selain itu, Chris Miller dalam COVID-19 Crisis: Politics and Economic Aftershocks (2020) menambahkan bahwa sejak awal epidemi Covid-19, telah terjadi krisis kepercayaan. Selain itu, ia mengutip sejumlah negara seperti Moon Jae In (Korea Selatan), Shinzo Abe (Jepang) dan Donald Trump (Amerika Serikat) dikritik karena penangan Covid 19 dan yang terinfeksi terus bertambah. Politik Indonesia

Masih menurut Chris, bayang-bayang kejatuhan politik tidak hanya menghantui Shinzo Abe tetapi juga Donald Trump dan Moon Jae In. Chris menjelaskan bahwa peluang Trump untuk memenangkan pemilihan presiden di periode mendatang akan semakin berkurang jika COVID-19 terus memengaruhi penurunan ekonomi dan bahkan resesi untuk Amerika. Sebagai informasi, per 12 Maret 2020, jumlah pasien yang selamat di negara Paman Sam telah menerima 1.327 dengan total 38 kematian.

Covid-19 tidak hanya dapat diartikan sebagai epidemi global. Dalam konteks politik, Covid-19 adalah bencana politik yang diciptakan oleh alam atau oleh alam untuk meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap mereka yang berkuasa. Keterbukaan dan sikap reaktif pemerintah akan membantu masyarakat berhenti berspekulasi di tengah situasi yang dinamis ini. Efektivitas pemerintah dalam memenuhi tantangan pandemi ini akan menunjukkan di mana simpati dari mereka di pemerintahan terus dipertahankan. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kinerja pemerintah, pusat dan daerah, dalam mengelola dan menyelesaikan penularan penyakit sehingga tidak tersebar luas, dalam konteks geografis, dan dengan meningkatkan multidimensi (ekonomi, politik, sosial) Berita Politik Terkini

Bukan tidak mungkin untuk menyusun masalah politik yang telah terjadi di tengah-tengah negara yang juga telah diturunkan kepada rakyat Indonesia. Kekuatan akan semakin terguncang secara alami. Legitimasi dipertanyakan. Selain itu, beberapa masalah politik nasional selama beberapa hari terakhir telah menyempurnakan arah ke arah itu.

Peningkatan jumlah kasus yang signifikan akhir-akhir ini tentunya membuat publik merasa terancam. Perasaan tidak aman yang dirasakan di masyarakat bukan tidak mungkin dapat memengaruhi dinamika politik di Indonesia. Kecemasan yang dirasakan publik Indonesia kini bisa jadi berakar dari adanya ancaman keamanan dari Covid-19.

Berdasarkan buku milik Barry Buzan, Ole Wæver, dan Jaap De Wilde yang berjudul Security, keamanan di era sekarang bukan lagi hanya meliputi keamanan tradisional seperti militer. Bisa jadi, ancaman kesehatan yang disebabkan oleh Covid-19 turut menghantui negara-negara. Buzan dan tim penulisnya mengenalkan sebuah konsep yang disebut sebagai sekuritisasi (securitization) – upaya untuk memunculkan isu keamanan di masyarakat. Konsep ini dapat melibatkan sintesis antarsektor yang disebutkan dalam tulisan itu – militer, lingkungan, ekonomi, societal, dan politik.

Dari lima sektor tersebut, sekuritisasi yang terjadi terkait Covid-19 di Indonesia mungkin adalah sekuritisasi di sektor politik. Pasalnya, sekuritisasi di sektor ini bisa menjadi ancaman bagi entitas politiknya seperti pemerintah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi misalnya, dianggap menjadi salah satu pemerintah daerah yang tanggap dalam penanganan Covid-19. Bukan tidak mungkin upayanya ini menyebabkan sekuritisasi di sektor politik – menimbulkan ancaman untuk pemerintahan Jokowi.

Mungkin, sekuritisasi di sektor politik yang bermula dari ancaman kesehatan Covid-19 ini dapat tercermin pada situasi yang terjadi di Amerika Serikat (AS) kini. Partai Demokrat AS akhir-akhir ini dianggap melakukan politisasi atas virus itu guna menyerang pemerintahan Presiden Donald Trump. Maka dari itu, pemusatan penanganan dan informasi terkait Covid-19 bisa menjadi jawaban bagi pemerintahan Jokowi. Politik Dunia

Namun, ini belum tentu benar menggambarkan motif pemerintah pusat untuk mengontrol penanganan agar terkontrol. Hal yang jelas adalah ancaman Covid-19 ini bisa jadi sasaran empuk sebagai sumber sekuritisasi bagi banyak pihak.

Politik Indonesia

Leave a Reply