| by admin | No comments

Fenomena Tanggal Pelantikan Presiden Indonesia

Tanggal 20 Oktober adalah tanggal yang cukup penting dalam sejarah politik Indonesia. Memang, tiga presiden Indonesia dilantik pada tanggal tersebut, dimulai dengan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Abdurrahman Wahid dilantik sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 1999. Ia merupakan mantan Ketua Dewan Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU) dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) .

Politik Indonesia

Setidaknya banyak predikat yang diasosiasikan dengan Gus Dur, baik sebagai pimpinan ormas terbesar, tokoh intelektual, tokoh anti demokrasi, tokoh pluralis, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh agama (kiai). Gus Dur adalah salah satu presiden Indonesia yang diliputi kontroversi, mulai dari soal Buloggate hingga drama pemakzulan yang menjeratnya.

Selain Gus Dur, Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden lainnya yang dilantik pada 20 Oktober. SBY adalah seorang jenderal militer yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (pada masa Gus Dur) dan Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan (pada masa Megawati) . Selain itu, dia juga pendiri Partai Demokrat dan kini menjadi ketua umum partai.

Saat itu, SBY dan pasangannya Jusuf Kalla (JK) berhadapan dengan calon presiden Wirato-Salahuddin Wahid, Megawati-Hasyim Muzadi, dan Amin Rais-Siswono Yudo Husodo. Namun, pada pemilihan presiden 2004, SBY dan JK terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dengan perolehan 69.266.350 suara. Dan mereka dilantik pada tanggal 20 Oktober 2004.

Pada Pilpres 2009, SBY tidak lagi dikaitkan dengan JK, melainkan bermitra dengan Boediono. SBY kembali memperoleh suara terbanyak, sekitar 60,8% setelah mengalahkan pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Akibat kemenangan ini, SBY-Boediono diangkat menjadi ketua dan wakil ketua pada 20 Oktober 2009. Selain SBY, ketua lain yang juga dilantik pada 20 Oktober adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pada Pilpres 2014, Jokowi dan JK berhasil mendapatkan 53,15% suara dan mengungguli pasangan Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 46,85%. Demikian juga, pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019. Berita Politik Terkini

Direktur Pusat Kajian Pancasila dan Tata Negara (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono juga mengomentari fenomena 20 Oktober, hari pertama masa jabatan presiden, terutama dalam sejumlah kasus. Ia mengatakan, konstitusi mengatur masa jabatan presiden dan wakil presiden selama lima tahun.

Yang ditegaskan dalam UUD 1945 adalah bahwa periode sekarang diawali dengan pengambilan sumpah di hadapan MPR dan DPR. Ini mengingatkan pada era Gus Dur yang diambil sumpahnya pada 20 Oktober 1999. Jadi kalau masa jabatannya lima tahun, harusnya berakhir pada 20 Oktober 2004. Tujuannya agar tidak terjadi kekosongan ke presidensi.

“Kalau dilihat, harus di akhir masa jabatan presiden sebelumnya agar jabatan presiden tidak kosong,” kata Hukum Online. Hal itu terlihat pada hari-hari pertama amanat SBY yang dihitung mulai 20 Oktober 2004. Menurutnya, selama konstitusi tidak diamandemen, maka selalu tanggal 20 Oktober.

Dalam kesempatan yang sama, ahli konstitusi Bivitri Susanti mengatakan, secara lebih spesifik amanat itu harus dilakukan secara bersamaan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari perjanjian hukum ketatanegaraan di Indonesia. Bivitri mengatakan itu adalah cara yang konsisten untuk mempertahankan masa jabatan presiden setelah reformasi, memastikan tidak ada gangguan pada kursi presiden. Politik Dunia

Politik Indonesia

Leave a Reply