| by admin | No comments

Jokowi Diprotes PDIP ?

Hubungan antara Presiden Joko Widodo dan para elit Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDI-P) telah mencapai titik terendah, tulis Straits Times. Hal ini disebabkan oleh pengangkatan non-partisan ke posisi senior yang dikenal dengan gaji tinggi mereka di berbagai perusahaan Crown (BUMN). Elit partai kemudian berkumpul di Twitter dan WhatsApp untuk menyerang Menteri BUMN Erick Thohir, yang memimpin pemilihan ulang Jokowi untuk kampanye pemilihan terakhir. Media dan olahraga Mycon yang berusia 50 tahun bukanlah eksekutif partai, tetapi menerima posisi BUMN-1 untuk keberhasilannya menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Indonesia.

Politik Indonesia

Pemimpin PDI-P, Adian Napitupulu, mengekspresikan suaranya paling banyak dengan mengungkapkan kekecewaannya atas pengangkatan Eric. Dia secara khusus meragukan bahwa Eric telah menepati janji bosnya. Berkenaan dengan isi dari usaha, yaitu penunjukan pendukung dan eksekutif PDI-P untuk posisi manajemen di perusahaan publik dan posisi strategis lainnya, seperti staf khusus untuk menteri. The Sunday Times mencatat bahwa Oktober lalu, Adian menyerahkan daftar 30 kandidat kepada Sekretaris Negara Pratikno, yang kemudian meneruskannya ke Erick. Sayangnya, tidak satu pun dari 30 orang yang menerima telepon dari Erick.

Balas dendam tumbuh di PDI-P ketika Erick memberikan berbagai posisi yang dicari oleh partai banteng kepada mantan rekannya yang membantunya menjadi tuan rumah Olimpiade, termasuk seseorang dari partai politik di luar koalisi yang berkuasa. Posisi manajemen di perusahaan publik Indonesia telah lama ditempati oleh para profesional dan tokoh partai yang berkuasa. Banyak dari posisi perusahaan ini membayar upah lebih tinggi daripada menteri.

Adian percaya bahwa bagian partai politik harus diperuntukkan bagi orang benar selama kampanye Jokowi dalam pemilihan presiden terakhir. Alasannya adalah orang-orang inilah yang mendukung ide dan visinya sejak awal, jadi dijamin semua program dijalankan. Juru bicara Departemen Luar Negeri Arya Sinulingga mengatakan kepada Straits Times bahwa kontribusi dari berbagai kelompok kepentingan disambut baik. Namun, ia menekankan bahwa atasannya harus profesional dalam membuat janji. Politik Dunia

Sehubungan dengan ini, pengamat politik Ali Nurdin dari Universitas Mathla’ul Anwar mengatakan: “Setiap partai politik harus memfokuskan semua pemimpinnya dalam posisi pemerintah pada kepentingan rakyat dan bangsa daripada menjadi partai politik.” Hubungan yang tegang antara Jokowi dan partainya juga terungkap selama pemilihan walikota berikutnya di Solo, Jawa Tengah dan Medan, Sumatera utara, pada 9 Desember 2020. Putra Jokowi Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution saling bertarung satu sama lain di Solo dan Medan . Keduanya didukung oleh partai Gerindra yang didirikan oleh Prabowo Subianto, sementara PDI-P belum memutuskan kandidat mana yang akan didukung di kedua kota.

Prabowo akan kembali ke pemilihan presiden tahun 2024, dan bukan tidak mungkin ia akan bertarung melawan seorang calon dari PDI-P. Analis politik Firman Manan dari Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa hubungan antara Jokowi dan PDI-P tidak selalu lancar, karena tidak seperti banyak pendahulunya, presiden tidak pernah memegang posisi strategis dalam partai. Mengacu pada perkelahian pada tahun 2016 ketika kepala polisi saat itu, Budi Gunawan, seorang kandidat yang dicalonkan oleh PDI-P untuk jabatan kepala polisi nasional, ditolak mentah-mentah oleh Jokowi. “Kami selalu melihat ketegangan di permukaan, tetapi pada akhirnya mereka menyelesaikannya. Jokowi sebelumnya menyangkal Budi Gunawan. Semuanya beres, tetapi mereka berakhir dan Budi Gunawan diangkat sebagai kepala unit intelijen Indonesia, “katanya. Berita Politik Terkini

Politik Indonesia

Leave a Reply