| by admin | No comments

Ketentuan Pajak Pulsa, Voucher, dan Token Listrik

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan peraturan baru tentang pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian pulsa, paket perdana, voucher, dan token listrik.

“PPh dan PPh kredit / starter pack, suku cadang listrik dan voucher masih berlangsung, sehingga ketentuan tersebut tidak mengatur jenis dan objek perpajakan baru. Ketentuan tersebut tidak mempengaruhi harga pulsa / starter pack, power coins dan kupon,” ujarnya. tim media, Yustinus, dikutip Senin (1/2).

Berikut rincian ketentuannya: Politik Indonesia

  1. Pulsa dan paket perdana

Sebelumnya, PPN dipungut di setiap rantai distribusi, mulai dari operator telekomunikasi, distributor besar (level I), distributor besar (level III), distributor lain, hingga penjualan oleh pengecer. Distributor dan pengecer kecil mengalami kesulitan dalam menerapkan mekanisme PPN, sehingga sulit untuk mematuhi kewajiban perpajakan.

Dengan adanya aturan dari Sri Mulyani itu, ia mengatakan akan ada penyederhanaan pemungutan PPN, terbatas pada distributor (server) level II. Berkat kebijakan ini, distributor dan pengecer lain yang menjual ke pengguna akhir tidak perlu lagi memungut PPN.

  1. Voucher Berita Politik Terkini

Sebelumnya, penjualan voucher atau jasa pemasaran dikenakan PPN. Namun, terdapat kesalahpahaman bahwa voucher dikenai PPN.

Nantinya, PPN hanya akan dikenakan atas jasa penjualan / pemasaran berupa komisi atau selisih harga yang diperoleh agen penjualan dan bukan pada nilai voucher, karena voucher adalah alat pembayaran atau alat pembayaran. Setara dengan uang yang belum terutang pada PPN.

  1. Token listrik

Sebelumnya saat jual beli harus bayar PPN. Namun, terdapat kesalahpahaman bahwa PPN dibebankan pada total nilai koin listrik yang dijual oleh agen penjualan.

Nantinya, PPN hanya akan dibebankan pada layanan penjualan / pembayaran berupa komisi atau selisih harga yang diterima agen penjualan, bukan pada nilai sampel listrik. Politik Dunia

Politik Indonesia

Leave a Reply