| by admin | No comments

Konvoi Paslon Pilkada VS Protokol Covid 19

Politik Indonesia
Direktur lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti berpesan kepada pemerintah agar tidak segan-segan menghentikan pilkada serentak 2020, setelah pasangan calon menggelar konvoi di berbagai daerah tanpa mengindahkan protokol Covid-19.

Ray mengatakan, partai politik ini seharusnya tidak hanya menjadi sarana penyebaran virus. Pasalnya, para calon sejak awal tidak peduli dengan kesehatan masyarakat. “KPU, Bawaslu, dan Satgas tidak perlu ragu menghentikan pendaftaran jika protokol Covid-19 diabaikan. Pilkada itu penting, tapi yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat,” kata Ray dalam keterangan tertulis, Jumat. CNNIndonesia.com. (4/9).

Ray menyarankan agar KPU, Bawaslu, dan pemerintah melakukan evaluasi. Menurutnya, terlalu banyak pelanggaran protokol Covid-19, meski baru hari pertama pendaftaran. “Kita semua harus memiliki komitmen bahwa pilkada ini bukan sebagai cara untuk memperbanyak cluster Covid 19, malah sebaliknya sebagai upaya memulihkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati juga menyoroti konvoi peserta. Hal itulah yang menurutnya ditakuti Perludem jika pilkada digelar tahun ini. Nisa, begitu ia biasa disapa, meminta penyelenggara pemilu dan pemerintah bertindak cepat. Ia berharap pilkada ini tidak menjadi sarana penyebaran virus.

Berita Politik Terkini
“Jangan sampai membahayakan kesehatan banyak orang. Harus berani kan? Ada PKPU soal Covid-19 yang mengaturnya,” kata Nisa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (9/04). . Sejak awal, Perludem sudah mengusulkan penundaan pemilihan kepala daerah hingga 2021. Karena itu, pemerintah dan penyelenggara pemilu punya cukup waktu untuk bersiap.

Nisa menegaskan bahwa arrowkada tidak sendirian di hari-H pemungutan suara. Tetapi ada langkah-langkah berbulan-bulan yang harus diamankan selama pandemi. Ia menyarankan, jika pemerintah dan penyelenggara masih gigih, harus ada pengamanan. Satpol PP, polisi, dan Bawaslu didesak segera menindak calon yang melanggar protokol.

Politik Dunia
“Tentu kami harus tegas, karena kami tidak ingin membahayakan kesehatan banyak orang, karena kami memutuskan untuk menggelar pemilu dalam situasi seperti ini,” ujarnya. Hari ini merupakan hari pertama pendaftaran lulusan Pillada 2020 di 270 wilayah. Namun, banyak kandidat di berbagai daerah mengorganisir konvoi yang menarik ratusan hingga ribuan kerumunan saat pendaftaran.

Contohnya istri petahana Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh. Mereka mendatangi KPU dengan diiringi iring-iringan sepeda motor yang didampingi puluhan orang tanpa jarak dan tanpa masker. Selain itu, pasangan Eri Cahyadi-Armuji juga ada di Surabaya. Pasangan itu menggiring sekitar 500 orang ke KPU di Kota Surabaya. Massa sama sekali tidak menjauhkan diri.

Politik Indonesia

Leave a Reply