| by admin | No comments

Pemerintahan Interim Papua Barat ?

Menteri Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pembentukan Pemerintahan Interim Papua Barat yang dicanangkan oleh Benny Wenda, ketua United Liberation Movement of West Papua ( ULMWP) pengkhianatan terhadap negara.

“Dia melakukan makar. Bahkan Ketua MPR (Bambang Soesatyo) mengatakan sudah merencanakan dan mengambil tindakan untuk melakukan makar,” kata Mahfud dalam jumpa pers virtual, Kamis (12-3-). 2020). Politik Indonesia

Ia menilai Benny Wenda sebagai negara ilusi dalam mendirikan Pemerintahan Sementara Papua Barat. Pasalnya, Benny Wenda tidak memiliki syarat untuk mendirikan negara. Kondisi tersebut adalah keberadaan masyarakat, wilayah dan pemerintahan.

Dari ketiga syarat tersebut, Mahfud menyebut Benny Wenda tidak memiliki alasan yang serius untuk membentuk pemerintahan sementara untuk Papua Barat. “Dia tidak ada. Kalau orang? Dia memberontak. Kami menguasai wilayahnya. Kalau pemerintah mengakui sebagai pemerintah, orang Papua tidak mengakuinya,” ujarnya.

Selain tiga syarat tersebut, lanjut Mahfud, pemerintah juga minim persyaratan pengakuan dari negara lain, termasuk keterlibatan dalam organisasi internasional. “Tidak ada yang mengakuinya. Itu sebenarnya didukung oleh negara Pasifik kecil bernama Vanuatu.

Tetapi kurang dari ratusan negara besar. Vanuatu kecil dan bukan milik organisasi internasional, hanya secara politik.” Mahfud melanjutkan. Lain kali. Langkah Mahfud memerintahkan Polri untuk menangkap Benny Wenda karena melanggar keamanan negara. “Penangkapan, gunakan pasal-pasal kejahatan terhadap keamanan negara. Jadi lumayan buruk (penegakan hukum). Tidak terlalu besar,” ujarnya. Politik Dunia

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Departemen Humas Polri, Brigjen (Pol) Awi Setiyono, sebelumnya mengatakan polisi tidak bisa melakukan persidangan lebih lanjut karena Benny adalah warga negara Inggris. berada di pedesaan.

Benny diketahui ditangkap polisi karena diduga melakukan serangkaian aksi ilegal pada 2002 untuk menyerang pos TNI-Polri. Pada tahun yang sama, dia melarikan diri dari pusat penahanan dan dilaporkan pergi ke Papua Nugini.

Pada 2002, Benny diberikan suaka di Inggris. “Dia di luar negeri, bagaimana?” Awi mengatakan kepada Bareskrim Polri, Rabu (12/2/2020). Menurut BBC, United West Papua Liberation Movement (ULMWP) telah mengumumkan pemerintahan transisi West Papua. Pemimpin ULMWP

Benny Wenda memproklamasikan dirinya sebagai penjabat presiden Papua Barat mulai 1 Desember 2020, sambil menolak semua aturan dan kebijakan pemerintah Indonesia. “Pengumuman ini menandai penentangan keras terhadap koloni Indonesia di Papua Barat sejak 1963,” kata Benny Wenda dalam siaran persnya. Berita Politik Terkini

Politik Indonesia

Leave a Reply