| by admin | No comments

Prabowo Terfavorit di Bursa Capres 2024

Hasil jajak pendapat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Prabowo Subianto memiliki kelayakan tertinggi sebagai calon presiden pada 2024. Namun, ia kurang meyakinkan karena lebih rendah dari kelayakan Jokowi tiga tahun sebelumnya.
Merujuk pada hasil survei SMRC, selektivitas Prabowo paling tinggi dibanding 15 nama lainnya dalam simulasi tertutup. Kelayakan Prabowo mencapai 20,8%.

Politik Indonesia

Posisi kedua adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 13,1%, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan kelayakan 12%.

Kemudian Sandiaga Uno 7,4%, Ridwan Kamil 6,7%, AHY 5,2%, Tri Rismaharini 5,2% dan nama-nama lain di bawah 3%. Yang tidak tahu 19,7%, kata direktur eksekutif. SMRC Sirajuddin Abbas.

Dalam simulasi semi terbuka tersebut, Prabowo juga tampil sebagai sosok yang paling relevan dibandingkan 42 nama lainnya. Persyaratan Menteri Pertahanan yang juga Presiden Jenderal Gerindra adalah 20%.

Pada simulasi semi terbuka, Anies Baswedan kembali menempati posisi kedua dengan kelayakan 11,2%. Disusul Ganjar Pranowo 8,8%, Sandiaga Uno 5%, Ridwan Kamil 4,8%, Basuki Tjahaja Purnama 4,8%, AHY 3,5%.

“Sisanya kurang dari 3 persen, dan yang tidak tahu 17,6 persen,” kata Abbas. Dalam hal ini Prabowo memiliki 13,4% kelayakan dalam simulasi terbuka. Angka tertinggi dibandingkan angka lainnya.

Namun, Abbas memperkirakan angka itu masih lebih rendah dari tiga tahun kelayakan Jokowi untuk Pilpres 2019, yakni 30%. Abbas mengatakan kesesuaian Prabowo saat ini masih belum meyakinkan.

Begitu pula, perolehan suara 20% pada opsi semi terbuka dan tertutup masih belum meyakinkan, karena Prabowo adalah tokoh yang sudah dua kali mencalonkan diri sebagai presiden, ”kata Abbas. Berita Politik Terkini

Menurut Abbas, kondisi pada Maret 2021 atau tiga tahun sebelum pemilihan presiden 2024 serupa dengan Maret 2011. Tidak ada calon yang mendominasi perolehan suara dalam hasil pemungutan suara.

Dia mencontohkan, Megawati mendapat dukungan terbesar pada Mei 2011, 20,3%, lalu Prabowo 10,2%. Sementara itu, nama Jokowi memang belum muncul sebagai tokoh yang sangat cocok masuk lima besar saat itu.

“Tapi di Pilpres 2014, Jokowi akhirnya terpilih jadi presiden. Sementara Prabowo berhak atas 20% pada Maret 2021, dia akan kesulitan menang di Pilpres 2024, jika dia maju,” kata Abbas.

Survei dilakukan dari 28 Februari hingga 8 Maret 2021. Proses ekstraksi data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.220 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei diperkirakan sekitar 3,07% dan tingkat kepercayaan survei adalah 95%. Politik Dunia

Politik Indonesia

Leave a Reply