| by admin | No comments

Survei : Calon Presiden Lebih Cocok dari Kepala Daerah

Hasil survei Spectrum Politica Institute menunjukkan bahwa pemimpin daerah dinilai lebih berpeluang mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 daripada militer atau presiden jenderal partai politik.
Menurut survei Spektrum Politica Institute, 27% responden percaya pemimpin daerah cocok untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Sementara itu, hanya 26% dari mereka yang disurvei percaya militer lebih cocok untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Politik Indonesia

“Pemimpin daerah 27%. Militer, TNI atau Polri 26%”, demikian hasil survei Spectrum Politica Institute

Di posisi ketiga adalah latar belakang, yang layak menjadi presiden pada 2024, juga ditempati oleh akademisi atau intelektual sebesar 10,2%.

Selanjutnya pemuka agama 8,1%, pengusaha 6,4%, pimpinan parpol 4,8%, menteri 4,7%, pimpinan ormas 4,2% dan anggota legislatif 1%.

The Spectrum Politica Institute mengatakan hasil ini sesuai dengan hasil survei aptitude kandidat yang mendominasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Hasil ini sesuai dengan kelayakan capres yang menempatkan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan di tiga besar,” kata Spectrum Politica Institute. Berita Politik Terkini

Catatan, survei Spectrum Politica Institute dilakukan pada 5 hingga 17 Juli 2021 dengan melibatkan 1.240 sampel dari 34 provinsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei Spectrum Politica Institute hampir sama dengan Alur Survei Indonesia Juli 2021. Mayoritas pakar atau opinion makers menginginkan presiden berikutnya 2024 berasal dari kelompok chef daerah.

Hasil ini diperoleh dari Survei Flow lembaga Indonesia di antara 130 ahli atau pemimpin opini, 23 angka dari delapan cluster.

Flow Survey Indonesia menggunakan metode kelayakan pada tiga level dalam survei ini, yaitu meta-analisis, diskusi kelompok dan evaluasi tokoh terpilih.

Pengambilan sampel dan pembentukan opini publik dilakukan dengan menggunakan metode reasoned sampling. Seluruh kegiatan penelitian akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 10 Juli 2021.

Pemimpin daerah 49,6 persen, akademisi teknokrat 16,2 persen, partai politik 15 persen, TNI 6,3 persen, pengusaha 5,5 persen, menteri 3,9 persen, tokoh agama 2,4 persen dan polisi 1,1 persen. , kata Ali Rif’an, CEO Indonesia. Kursus survei 13 Juli. Politik Dunia

Politik Indonesia

Leave a Reply